Peran Dopamine Dalam Otak, Gejala Kekurangan (Defisiensi) & Pengobatannya

otak-dopamine

Dopamine merupakan neurotransmitter penting yang terdapat dalam otak hewan vertebrata dan invertebrata serta manusia.

Dopamine memiliki nama kimia ‘4-(2-aminoetil) benzene-1,2-diol dan rumus kimia C6H3(OH)2-CH2-CH2-NH2.

Senyawa kimia ini merupakan neurotransmitter penting yang dilepaskan oleh hipotalamus, meskipun juga diproduksi di berbagai bagian otak lain termasuk substantia nira dan daerah ventral tegmental.

Fungsi Dopamine

  1. Dopamine diperlukan otak untuk mengendalikan gerakan tubuh.
  2. Memainkan peran penting dalam perilaku adiktif individu.
  3. Memberikan sinyal ke bagian-bagian otak, yang bertanggung jawab pada kemampuan dalam mempelajari hal-hal baru.
  4. Diperlukan agar seseorang bisa tidur nyenyak, menjaga mood (perasaan senang), keterampilan konsentrasi yang baik, memori yang tajam dan keterampilan belajar yang lebih baik.
  5. Bertindak sebagai neurotransmitter dan mengaktifkan lima jenis reseptor dopamine – D1, D2, D3, D4, dan D5, bersama dengan variannya.
  6. Sebagai hormon, dopamine menekan pelepasan prolaktin (yang terlibat dalam laktasi dan kepuasan seksual) dari lobus anterior kelenjar hipofisis. Itu sebabnya, obat untuk merangsang produksi dopamine umum diresepkan untuk mengontrol kadar prolaktin tinggi dan untuk mengontrol pertumbuhan prolaktinoma (tumor hipofisis jinak).
  7. Memainkan peran penting dalam perilaku dan kognisi (proses berpikir), gerakan sukarela, motivasi, serta punishment dan reward.

Gejala Kekurangan Dopamine

  1. Defisiensi dopamine menyebabkan penyakit Parkinson, di mana seseorang tidak dapat melakukan gerakan secara terkontrol.
  2. Banyak tidur dan mengalami kesulitan bangun.
  3. Cenderung mengalami kecanduan seperti kecanduan kafein dan zat stimulan lainnya.
  4. Rendahnya tingkat dopamine dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  5. Tekanan darah rendah, gula darah rendah dan sering dehidrasi juga teramati jika tubuh tidak mampu menghasilkan cukup dopamine.
  6. Seseorang yang didiagnosis dengan defisiensi dopamine mungkin mengalami penurunan tekanan darah saat bangun tidur di pagi hari sehingga mengakibatkan pusing mendadak.
  7. Kekurangan dopamine bertanggung jawab pada terjadinya depresi, kurangnya motivasi, kelelahan mental dan fisik, libido rendah atau impotensi, pikiran bunuh diri, dan ketidakmampuan untuk merasakan kenikmatan.

Pengobatan

Kadar dopamine dalam tubuh diperiksa dengan bantuan tes defisiensi dopamine atau tes urine dasar.

Diet seimbang dan sehat serta pengobatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kadar neurotransmitter ini.

100 hingga 500 miligram dihydroxyphenylserine (DOPS) dianjurkan untuk kasus defisiensi parah. Obat ini digunakan untuk meningkatkan tekanan darah dan membantu mengurangi pusing.

Jika obat DOPS tidak bekerja, maka fludrocortisone atau indomethacin dapat diberikan.

Obat-obat ini membantu meningkatkan kadar tekanan darah serta membantu memulihkan keseimbangan frekuensi buang air kecil.

Defisiensi parah mungkin memerlukan hormon dan obat-obatan lainnya.

Pentingnya Diet Sehat

Kadar dopamine dapat dipengaruhi oleh stres, antidepresan tertentu, penyalahgunaan narkoba, gizi buruk, kurang tidur, penyalahgunaan alkohol, kafein dan gula berlebihan, ketidakseimbangan elektrolit, paparan zat beracun seperti timbal, arsen dan kadmium, hipotiroidisme, ketidakseimbangan hormon, dll.

Untuk meningkatkan dopamine, asupan alkohol, kafein dan gula berlebihan harus dihentikan. Gula, lemak jenuh, kolesterol, dan makanan olahan mempengaruhi kekuatan otak dan dapat menyebabkan kadar dopamine rendah.

Lemak jenuh dan kolesterol harus dihindari karena dapat menyumbat arteri otak, jantung, dan organ lainnya.

Makanan kaya akan antioksidan, seperti buah-buahan dan sayuran harus dikonsumsi dalam jumlah besar.

Makanan kaya antioksidan membantu melindungi neuron dari kerusakan akibat radikal bebas.

Dokter atau ahli gizi biasanya merekomendasikan suplemen yang mengandung vitamin C, vitamin E, dan antioksidan lainnya.

Makanan yang tinggi tyrosine (asam amino) termasuk almond, alpukat, pisang, produk susu, biji labu, dan biji wijen juga dianjurkan dikonsumsi

Kadar dopamine dapat menurun karena berbagai alasan genetik, tapi diet yang tepat, olahraga teratur dan pengobatan yang cepat dapat membantu meningkatkan neurotransmitter ini. :::

Iklan

tulis komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s