Yang Tak Punya Uang Silahkan Makan Gratis di Restoran Ini

 

marche-ferdous

Foto : CBC Canada

Marche Ferdous, restoran di Kanada ini memberi makan gratis kepada siapa saja yang tak punya uang dan datang ke sini. Banyak pujian baik dari masyarakat secara langsung, maupun dari pengguna media sosial yang diberikan ke restoran ini.

Dirilis CBC Canada pada 03/01, Sebuah kertas kecil yang tertempel di depan pintu restoran Marche Ferdous, menarik perhatian masyarakat setempat. Di sana tertulis “Orang tanpa uang dipersilahkan makan gratis” dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Restoran Mediterania kecil di Montreal itu mendapat banyak pujian secara online, karena kerja mulianya. Kebaikan restoran itu memang sempat beredar secara online setelah postingan Sean Jalbert di Facebook miliknya pada Senin (02/01) disebar banyak orang.

Sebelumnya Jalbert mencoba membuktikan dengan mengunjungi restoran itu. Ia mengatakan pada staf restoran kalau tidak punya uang. Tanpa kendala, ia langsung diberikan makanan gratis, termasuk minumannya. “Saya merasa tersanjung dan terpukau,” ujar Jalbert yang menambahkan, bahwa pihak restoran sangat ramah dan bersahabat.

Setelah menyelesaikan makan, ia mengatakan punya uang dan kemudian membayar makanannya. Jalbert berbagi pengalamannya secara online. Berharap orang lain bisa menyebarkan kabar itu agar masyarakat yang membutuhkan tahu tentang Marche Ferdous.

marche-ferdous-sign-in-window

Yang Tak Punya Uang Silahkan Makan Gratis” tertempel di pintu depan dalam Bahasa Inggris dan Perancis (Foto : CBC Canada)

Pemilik restoran, Yahya Hashemi, mengatakan sudah memberikan makanan gratis bagi orang kelaparan selama lima bulan terakhir. Ia menganggapnya sebagai biaya bisnis. “Kami tidak berpikir berapa banyak biaya yang kami keluarkan,” ujar pria muslim itu.

Mereka menyajikan makanan gratis untuk 4 – 5 orang per hari. Staf restoran tidak akan bertanya atau menilai siapapun yang meminta makanan gratis.

Idenya sendiri muncul ketika menyadari betapa sering orang di daerah sekitar meminta uang kecil untuk membeli makanan. Hashemi yang juga punya money changer di sebelah restoran, biasanya akan memberi mereka uang untuk dihabiskan di restoran. Tapi kemudian ia berpikir lebih mudah memberi mereka makan gratis.

yahya-hashemi-marche-ferdous

Yahya Hasemi sang pemilik Marche Ferdous (Foto : CBC Canada)

“Beberapa orang malu-malu, beberapa lainnya tidak percaya kami menawarkan ini,” ungkap pria asal Iran ini. Menurut Hashemi, membantu orang yang membutuhkan sudah menjadi bagian kepercayaan agamanya. Ia ingin memberi kembali kepada Kanada karena ia sudah banyak diberi oleh negara ini.

Hashemi juga tidak merasa orang akan mengambil keuntungan dari kebaikan restorannya. Bahkan beberapa konsumen mulai mendonasikan uang agar mereka bisa memberi makan lebih banyak orang.

“Mereka datang ke sini, mendonasikan C$20 (sekitar Rp 200.000), $30 (Rp 300.000), $50 (Rp 500.000) dan mereka mengatakan, ‘Oke, beberapa orang selanjutnya saya yang bayar,'” kisah Hashemi.

Salah seorang konsumen, Daniel Legace, mengatakan senang ada restoran seperti itu di daerahnya. “Ini hal yang sangat baik bagi tunawisma,” ucapnya. #

Iklan

tulis komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s