PSB Siswa SBI Diundur, Pendaftaran 23-26 Juni 2008 Pengumuman 2 Juli 2008

SurabayaPenerimaan siswa baru (PSB) SMP/SMA/SMK untuk kelas sekolah bertaraf internasional (SBI) di Kota Surabaya diundur 23-26 Juni 2008. Awalnya, pendaftaran kelas SBI dijadwalkan 19-21 Juni 2008. Tapi, ternyata jadwal pengumuman hasil UASBN SD dan unas SMP mundur (dari 14 Juni 2008 menjadi 21 Juni 2008). Itu sebabnya, pendaftaran SBI terpaksa diundur.

Ketua PSB Surabaya Drs Ruddy Winarko MBA MM, Kamis (19/6), mengatakan, molornya pengumuman hasil UASBN dan unas menyebabkan para siswa belum bisa menerima surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) atau SKHUASBN. Padahal, surat ini digunakan untuk mendaftar di kelas SBI.
Meski demikian, pihak SMPN 1 dan SMPN 6 sudah mulai membuka PSB siswa kelas SBI sejak 19 Juni 2008.

Bahkan pengembalian formulir pun lebih awal, 23-24 Juni 2008.
Kepala SMPN 6 Idris mengatakan, meski SKHUASBN belum keluar, para siswa SD bisa mendaftarkan diri di kelas SBI SMPN 1 dengan surat keterangan nilai sementara dari sekolah. Sebab, kenyataannya, nilai UASBN sudah diterima sekolah sebelum jadwal pengumuman resmi 21 Juni 2008.

Mengenai kelas SBI di SMA/SMK, pendaftaran belum dibuka. Menurut Kepala SMAN 15 Kasnoko, SMA akan menyesuaikan jadwal dari Dindik Kota Surabaya, yakni pengambilan formulir pada 23-24 Juni 2008 dan pendaftaran pada 25-26 Juni 2008.

Hasil PSB diumumkan serentak pada 2 Juli 2008 dan tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli 2008. Jadwal itu sama dengan pendaftaran untuk PSB khusus lainnya, antara lain untuk siswa baru prestasi olahraga, prestasi mata pelajaran, dan siswa sekolah inklusi.

Jadwal SMA ini sama pula dengan calon siswa SBI SMKN. Ada enam SMKN yang melaksanakan program SBI di Surabaya yaitu SMKN 1, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 8, SMKN 10, dan SMKN 11. Di samping itu, PSB kelas SBI ini tidak dipungut biaya alias gratis. Termasuk tes TOEFL, matematika, dan IPA.

Jumlah siswa yang bakal diterima di SMP, SMA, dan SMK berbeda. SMPN 1 dan SMPN 6 membuka tiga kelas, masing-masing untuk 24 siswa. SMAN 5 dan SMAN 15 membuka tiga kelas juga, tiap kelas untuk 28 siswa.
Karena SBI di SMKN merupakan program lembaga, maka semua kelas merupakan kelas SBI. Untuk pendaftaran di SMKN, sama dengan jadwal PSB reguler yaitu
pengambilan formulir pada 3-5 Juli, pendaftaran 7-9 Juli, serta pengumuman 11 Juli 2008.

Pagu SMP dan SMA Turun

Di Sidoarjo, persaingan memperebutkan bangku sekolah di SMP dan SMA di Sidoarjo bakal makin ketat. Pasalnya, total pagu (kuota bangku) untuk tingkat SMP dan SMA menurun dibandingkan tahun lalu.
Untuk pagu tingkat SMP, penurunan jumlahnya sekitar 0,05 persen. Jika tahun lalu jumlah pagu total mencapai 12.061 bangku, maka pada tahun ini total pagu yang disediakan hanya 11.472 bangku.
Sedangkan untuk tingkat SMA, jika pada tahun lalu total pagu mencapai lebih dari 3.000 bangku, maka tahun ini turun sekitar 0,06 persen atau hanya 2916 bangku. Sedangkan untuk jumlah kelas yang tersedia mengalami peningkatan. Untuk SMP jumlah kelas dari 307 menjadi 313 kelas. Lalu untuk tingkat SMA juga naik dari 79 menjadi 81 kelas.
“Jumlah pagu SMP dan SMA untuk tahun ajaran 2008/2009 memang turun,” jelas Kasubdin Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Diknas Sidoarjo Anik Kadarwati, Kamis (19/6).
Dijelaskan, sesuai surat edaran Dinas P&K Jatim, maka secara bertahap jumlah pagu di tiap sekolah yang ada di kabupaten/kota di Jatim akan diturunkan. Ini dilakukan agar kualitas siswa benar-benar tercapai.
“Sesuai surat edaran yang ada, nantinya tiap sekolah hanya berisi 32 siswa untuk tiap kelasnya. Ini berlaku untuk sekolah yang sudah masuk Sekolah Standar Nasional (SSN),” paparnya.
Untuk Sidoarjo, penerapan SSN ini dilakukan secara serentak mulai 2008-2009 untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk SMP, masih ada 9 sekolah yang belum masuk SSN. Untuk sekolah non-SSN, maka jumlah siswa masih 40 orang per kelas.
Sedangkan sekolah yang masuk SSN, maka jumlah siswa masih 36 orang per kelas. “Untuk Sidoarjo akan dilakukan secara bertahap, dimana nantinya semua sekolah bakal masuk SSN dan jumlah siswa hanya 32 orang per kelas,” paparnya.
Berdasarkan aturan itu, maka persaingan untuk memperebutkan bangku sekolah semakin ketat. Ini membuat kesempatan meraih bangku sekolah di sekolah negeri juga makin ketat. “Karena itu, jika memang siswa yang kalah bersaing memperebutkan bangku sekolah di sekolah negeri, maka kesempatan itu tetap ada di sekolah swasta,” tandasnya.
Ini sebabnya, untuk sekolah swasta, pihaknya memang tak menentukan pagu. Untuk pagu, semuanya diserahkan pada sekolah masing-masing dengan pagu rata-rata 36-40 orang per kelasnya. “Ada pula beberapa sekolah swasta yang menetapkan pagu lebih dari 40 orang per kelas. Terkait hal ini, kami berharap sekolah swasta bisa lebih proporsional menentukan pagu,” pungkasnya.
(Surya)

Satu Tanggapan

  1. kalau kasih informasi mohon yang jelas dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: